Strategi penjualan melalui perantara

Monday, December 16th 2013. | obrolan

Sudah sering sekali saya membaca iklan yang berbentuk “banner” (tulisan yang dicetak besar dengan printer di media seperti plastik) ┬ádengan tulisan besar yang secara tegas mengatakan bahwa penjulan tidak dilakukan melalui perantara. Menurut saya ini adalah hal konyol yang pernah saya temui. Tulisan detailnya biasanya “Dijual tanpa perantara hubungi bapak fauzi telp sekian-sekian”

Mengapa saya sebut konyol? karena dengan membatasi marketingnya sendiri saya yakin rumah atau tanah yang dijual akan lebih sulit untuk mendapatkan pembeli. Padahal secara logika jika kita menjual sesuatu hanya dengan kekuatan kita maka kita telah membatasi area penyebaran promosi kita, logikanya orang tidak akan mau memberikan info kepada orang lain karena memang sudah tidak diperbolehkan dari awal.

strategi-penjualan

Oleh karena itu menurut saya menjual yang bagus atau melalui perantara, semakin banyak orang yang bersedia menjadi perantara penjualan barang kita maka akan semakin cepat laku barang yang kita jual. Seperti halnya saya menjual software sekolah, saya juga memakai perantara.

Memang jika kita memakai perantara tingkat keuntungan kita akan berkurang karena kita juga akan berbagai dengan perantara, tetapi jika kita penjualannya meningkat di quantity nya berarti kita lebih beruntung. Misal saja jika saya menjual software sendiri laku hanya 1 tetapi dengan seratus perantara (reseller) maka saya bisa menjual 100 lesensi jika masing-masing reseller saya mau menjual satu saja.

Dan jelas saya juga berbagai rezki dengan reseller saya, artinya mereka untuk saya juga untuk… sama – sama untung. Bagaimana menurut anda?

Terima kasih telah membaca coretan saya untuk berkerja sama dengan saya silahkan kontak saya, kita akan berbagai bersama… salam sukses selalu… Amin!

tags:

Masukkan email anda untuk berlangganan artikel dari saya:

Delivered by FeedBurner

Leave a Reply