Diagnosis Mola Hitadidosa atau Hamil Anggur

Wednesday, July 24th 2013. | Kesehatan

Diagnosis mola Hitadidosa dapat dipastikan dengan melihat gejala yang nampak yakni perdarahan spontan yang diikuti keluarnya jaringan seperti gerombolan buah anggur, biasanya penderita mola terlihat pucat kekuning-kuningan, yang biasa dikenal dengan sebutan “muka mola”.

Penyebab mola belum diketahui secara pasti akan tetepi ada beberapa faktor predeposisi pemicu mola antara lain :

  • faktor ovarium, imonoselektif dan tropoblast
  • keadaan sosial ekonomi yang rendah
  • paritas tinggi (banyak anak)
  • kekurangan protein (standar gizi yang rendah)
  • infeksi oleh virus
  • faktor kromosom

mola-hydatidosa hamil anggurWanita yang telah didiagnosa mola perlu mendapatkan penanganan segera yakni dilakukan kuretase atau suction kuretase. Kuret dilakukan dua kali, berulang setelah satu minggu kuret yang pertama. Jika penderita mengalami perdarahan hebat sehingga syok maka diatasi terlebih dahulu, bila mengalami anemi sedang cukup diberikan tablet Fe 600 mg/hr dan untuk anemi berat dilakukan transfusi.

Evaluasi penderita yang telah dilakukan tindakan kuretase minimal 1 tahun untuk memantau kadar hcG, jika kadar hcG > 100.000 iV/L dianggap resiko tinggi terhadap kegananasan mola (cario carsinoma), yang segera memerlukan kemoterapi MTX (methotrexase) dan dipantai kadar betha-hcG serta besar uterus secara klinis dengan USG setiap 2 minggu sekali.

Selama pemantauan, pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi hormonal (apabila masih ingin punya anak) atau tubeksumi apabila ingin menghentikan fertilitas.

Kenali gejala mola dan periksa secara dini kehamilan anda karena mencegah secara dini lebih baik sebelum terjadi hal – hal yang tidak diinginkan

tags: , ,

Masukkan email anda untuk berlangganan artikel dari saya:

Delivered by FeedBurner

Leave a Reply