Begal dibakar?

Friday, February 27th 2015. | obrolan

Saya memang tidak selalu up to date dalam membaca berita, karena memang sudah cukup lama tidak mengikuti berita di media nasional. Saya tidak mengikuti karena banyak kecewa dengan berita yang hanya dimuat karena pesanan pihak tertentu dan untuk tujuan tertentu yang tidak baik menurut saya. Nah kali ini saya tidak sengaja membaca media dan terkejut sekali dengan berita “Begal dibakar”. Benarkah?

Setelah saya telusuri via berita online memang telah terjadi peristiwa Begal dibakar itu. Yang membuat saya miris adalah apakah sudah sedemikian hilang rasa kemanusiaan masyarakat kita? yang mana katanya dikenal sebagai masyarakat ramah, sopan dan juga berbudi halus. Saat terjadi pembakaran bagaimana reaksi warga yang menyaksikan? sungguh terasa ngeri saat saya membaca beritanya, padahal saya tidak menyaksikan langsung.

Disini saya tidak mengesampingkan kekejaman para begal tersebut dikala beraksi, tetapi menurut ajaran agama saya apabila ada musuh yang telah menyerah maka tidak boleh dibunuh. Jika kita mengikuti kata hati yang panas dan berlaku anarkis dengan cara membakar begal tersebut maka apa bedanya kita dengan mereka? Sama-sama kejam, sama-sama tidak berperikemanusian. Lalu dimanakah akal budi yang sehat?

Lalu apa sebab peristiwa Begal dibakar ini? menurut saya, masyarakat kita terlalu bosan dan lelah menunggu tindakan dari aparat untuk melawan kejahatan yang ada, baik kejahatan dengan pola halus maupun kasar. Kejahatan pola halus itu maksud saya adalah kejahatan dengan menggunakan taktik dan strategi keilmuan yang cukup misal saja “korupsi”, kejahatan jenis ini memang sepertinya tidak banyak efek secara langsung ke masyarakat tetapi efek berantainya sungguh sangat luar biasa dibandingkan kejahatan seorang begal.

Begal Motor Tewas Dibakar, begal dibakar, begal tewas, begal dibakar tewas

Lalu apa yang harus dilakukan jika seorang begal tertangkap? ini pertanyaan umum yang sering dilontarkan jika ada orang protes terhadap tindakan anarkis seperti Begal dibakar. Terus terang secara urutannya adalah menyerahkan kepada aparat dalam hal ini kepolisian. Tetapi ini memang tidak menyelesaikan permasalahan yang ada dilapangan, karena saya banyak mendengar kabar angin ternyata seorang kriminal yang telah diserahkan ke polisi nanti hukumannya bisa diatus oleh oknum tertentu. Nah inilah akar permasalahannya, yaitu ketidak percayaan masyarakat kepada aparat polisi karena tingkah laku oknum yang memang rusak. Menurut saya tugas mendesak polisi saat ini adalah membersihkan dirinya dengan cara menghukum sebarat-beratnya oknum tersebut.

Harapan saya ini nampaknya kecil terjadi dan tipis kemungkinannya, tetapi saya tetap berharap ini terjadi dan aksi anarkis semacam Begal dibakar bisa dihentikan. Semoga kita semua terlindungi dari sifat kejahatan dan prilaku kejahatan. Amin..!

tags: ,

Masukkan email anda untuk berlangganan artikel dari saya:

Delivered by FeedBurner

Leave a Reply